Program yang Didukung

Pertama, Focus Group Discussion (FGD) Modul Queer Camp, merupakan kegiatan yang mengawali rangkaian kegiatan #ReuniQueerCamp dan dilaksanakan di Yogyakarta. Dalam pelaksanaan queer camp, YIFoS bersama dengan Asian Women Resource Center (AWRC) for culture and theology mengembangkan sebuah modul yang didasari oleh teori Elisabeth Schüssler Fiorenza, Dance of Liberation. Sebagai platform pendidikan alternatif, keberadaan modul queer camp menjadi hal yang penting. Oleh karenanya, YIFoS pada tahun ini mencoba melakukan finalisasi modul queer camp dan mengajak para alumni untuk berkontribusi untuk mengkritisi dan memberikan perspektif dari kacamata peserta queer camp. Pada tahun ini pula, YIFoS akan mencetak modul queer camp dan akan didistribusikan kepada komunitas/organisasi anak muda secara khusus yang berbasis keimanan atau yang memperjuangkan keragaman seksualitas.

Kedua, Workshop Creative Writing, akan dilaksanakan di Surakarta dan hanya berselang dua minggu dari kegiatan pertama. Creative Writing telah menjadi salah satu pilihan favorite dari sejumlah pengembangan kemampuan yang ditawarkan sepanjang pelaksanaan Queer Camp dan selama ini hanya diberikan dalam waktu 90 menit. Tahun ini dalam rangka pendokumentasian pengalaman ketubuhan sebagai upaya negosiasi ragam identitas yang melekat pada diri termasuk identitas iman dan seksual; YIFoS memfasilitasi alumni queer camp dalam sebuah pelatihan menulis kreatif tiga hari dua malam (3H2M). Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman terkait menulis kreatif sebagai tools advokasi untuk membangun ruang aman dan damai di tengah keragaman identitas iman dan seksual. Workshop ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses dalam pembuatan buku Sahabat YIFoS; selain itu keikutsertakan teman-teman Talitakum dalam proses ini akan memperkaya bukan hanya pemahaman tapi juga pengalaman alumni queer camp.

Ketiga, Pelatihan Metodolog Penelitiandilaksanakan bulan Oktober 2015 di Salatiga dan merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian #ReuniQueerCamp. Iman dan seksualitas merupakan dua topik besar yang saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Perjalanan tiga tahun Queer Camp menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan pengalaman yang direfleksikan dan menjadi kekuatan untuk transformasi sosial. Proses mendokumentasikan pengetahuan membutuhkan tahapan yang rasional, sistematis, cermat, serta perspektif kesetaraan dari para peneliti muda yang memiliki keingintahuan dan semangat untuk memahami dan mengenali terus ragam aktualisasi dari iman dan seksualitas dalam keseharian maupun lingkungan yang lebih luas, baik keluarga, pertemanan, institusi pendidikan, masyarakat dan/atau adat, agama, maupun negara. Kegiatan ini akan menghasilkan proposal penelitian yang akan dilaksanakan oleh para peneliti muda di awal tahun 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s