Ragil, Kehebohan, dan Fantasi Warganet.

Oleh Ael NapitupuluDitulis pada 15 Mei 2022 Sebenarnya saya gak pengen-pengen banget mau nulis ini. Di samping sudah basi ya, pembahasan tentang siniar Deddy Corbuzier yang mengundang Ragil Mahardika dan pasangannya itu menurut saya - kalau kata anak Jaksel itu overrated. Padahal, kalau mau dengar topik seputar kisah orientasi seksual yang berbeda, bisa banget dengar … Continue reading Ragil, Kehebohan, dan Fantasi Warganet.

Panggung Minoritas Edisi ke-8

Agama seringkali hadir dengan wajah masam. Pendakwah membawa pesan agama yang ditransimisikan ke umat manusia, seringkali juga, ditampilkan secara tak ramah. Bagaimana tidak, kebenaran mutlak milik kelompok mayoritas. Mayoritas yang mampu mendominasi tafsir, mayoritas yang berkuasa atas jumlah. Sementara mengucilkan bahwa perbedaan merupakan rahmah. *** PANGGUNG MINORITAS hadir sebagai pengecualian. Dibentuk oleh para individu anak … Continue reading Panggung Minoritas Edisi ke-8

Merebut Tafsir Agama atas LGBT

Mengambil tafsir berbeda pada ruang lingkup kehidupan beragama kerapkali mengalami batu sandungan. Perbedaan tafsir, dengan demikian, dapat dilakukan hanya jika mendapat persetujuan dari otoritas resmi atau institusi agama. Situasi itulah yang membayangi kehidupan Mayora, Transpuan, asal Maumere Papua. Sialnya, memilih tafsir agama dalam hal orientasi seksual jadi boomerang bagi Mayora. Ia sempat mengalami perlakuan yang … Continue reading Merebut Tafsir Agama atas LGBT

Agama dan Seksualitas

LISTENING YOU ketiga diikuti oleh 43 peserta. Terselenggara pada 3 November 2018. Kegiatan ini membahas tentang keragaman seksualitas dalam perspektif agama. Dalam kesempatan kali ini, agama yang menjadi pembahasan adalah Islam dan Kristen. Bersama teman bincang dan pembicara, Listening You membahas tentang refleksi atas keimanannya masing-masing: betapa hak dasar meyakini dan mengamalkan agama justru terhalang … Continue reading Agama dan Seksualitas

Allahku Tak Berkelamin: Sebuah Refleksi Teologis untuk Transgender

Oleh: Pdt. Markus Hadinata & Pdt. Martgaretha Santyaninta 18 Juni 2018 adalah hari bersejarah bagi transgender, juga bagi tegaknya keadilan atas akses kesehatan untuk semua. Pasalnya, pada momentum itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, menghapus klasifikasi transgender sebagai penyakit mental. Secara praktis, keputusan tersebut harusnya menghilangkan stigma yang berlarut-larut kepada individu dan komunitas trangender di … Continue reading Allahku Tak Berkelamin: Sebuah Refleksi Teologis untuk Transgender