5th Young Queer Faith and Sexuality Camp.

Merebut Tafsir Agama atas LGBT

Mengambil tafsir berbeda pada ruang lingkup kehidupan beragama kerapkali mengalami batu sandungan. Perbedaan tafsir, dengan demikian, dapat dilakukan hanya jika mendapat persetujuan dari otoritas resmi atau institusi agama. Situasi itulah yang membayangi kehidupan Mayora, Transpuan, asal Maumere Papua. Sialnya, memilih tafsir agama dalam hal orientasi seksual jadi boomerang bagi Mayora. Ia sempat mengalami perlakuan yang […]

Merebut Tafsir Agama atas LGBT Read More »

Keimanan dan Seksualitas Melalui Kacamata Hukum dan Hak Asasi Manusia

Selasa, 23 Oktober 2018, peserta 5th Young Queer Faith and Sexuality Camp mendapat sajian materi mengenai produk undang-undang dan kebijakan perspektif Hak Asasi Manusia. kebutuhan dalam merancang dan memetakan advokasi kebijakan publik pada isu keragaman iman dan seksualitas merupakan tujuan mendasar dimasukkannya materi tersebut pada setiap penyelanggaraan Queer Camp. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat yang

Keimanan dan Seksualitas Melalui Kacamata Hukum dan Hak Asasi Manusia Read More »

SOGIESC dan Prinsip-Prinsip Yogyakarta

Problem diskriminasi yang dialami individu dan komunitas LGBTIQ menggejala di banyak tempat di dunia. Mulai dari ancaman persekusi, stigmatisasi, pembatasan akses atas keadilan dan kesehatan, serangan privasi, pengucilan dihadapi oleh jutaan orang karena alasan orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda. Pelbagai masalah itu muncul ke permukaan, yang tentu saja, membutuhkan penyelesaian yang multidimensi dan

SOGIESC dan Prinsip-Prinsip Yogyakarta Read More »

Melacak Historiografi Seksualitas

Kegamangan orang atas pengetahuan mengenai seksualitas tak lagi dapat membedakan mana wilayah seks dan mana wilayah seksualitas. Misael Napitupulu, pada pengantar materinya, berujar bahwa seks mencakup jenis kelamin, sedangkan seksualitas punya aspek luas. Terminologi seksualitas memiliki sejarah panjang, yang di dalamnya, berkaitan dengan bagaimana manusia mengartikan, mempersepsikan dan mengkonstruksikan dunia di sekitarnya. “Keseluruhan ide mengenai

Melacak Historiografi Seksualitas Read More »

Identitas, Otoritas dan Relasi Kuasa

Dialog ketubuhan membuka diskursus seksualitas dan keimanan secara lebih ekstensif, yang memberi alternatif bagi Pengenalan Diri secara mendalam. Pembahasan berlanjut dengan sesi mengenai materi Identitas, Otoritas dan Relasi Kuasa. Materi ini, difasilitasi oleh Anna Marsiana, seorang aktivis Feminis Asia, yang banyak bekerja untuk isu perempuan, LGBTIQ, dan hak asasi manusia di Indonesia. Di awal sesi,

Identitas, Otoritas dan Relasi Kuasa Read More »

Otoritas Atas Tubuh, Untuk Apa?

Ragamnya keimanan dan seksualitas yang ada pada diri manusia sejatinya adalah sebuah keniscayaan. Dari keragaman kita mengetahui bahwa perbedaan itu ada. Nyata. Hidup dan menghidupi keseharian kita. Perbedaan yang mestinya bukan ditempatkan sebagai masalah serta diperdebatkan guna mencari dan menghakimi mana yang benar dan salah. Keragamanmengajarkan arti dan nilai penting dari sebuah dialog; sebuah proses

Otoritas Atas Tubuh, Untuk Apa? Read More »

Joglo Keadilan, Tuan Rumah 5th YQFS Camp

Seni dan kemanusiaan selalu punya daya magnet tersendiri. Setidaknya itu tersampaikan melalui deretan karya mural, yang secara permanen, menghiasi tembok di Joglo Keadilan. Visualisasi konten yang memiliki ruh kemanusiaan itu berderet di bagian samping kiri bangunan, meliputi mural Presiden Abdurrahman Wahid, Save Papua, Konflik Pembangunan, Merayakan Perbedaan sampai isu perempuan. Kreatornya datang dari para seniman

Joglo Keadilan, Tuan Rumah 5th YQFS Camp Read More »

Scroll to Top