Young Queer Faith and Sexuality Camp: “Negosiasi Identitas melalui Pengalaman Ketubuhan”

Logo Young Queer Faith and Sexuality Camp YIFoS IndonesiaOleh : VK Larasati (Koordinator Nasional YIFoS Indonesia)

Sejak terbentuk pada tahun 2010, Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) sebagai organisasi yang mendorong pelibatan aktif anak muda untuk menciptakan dan membangun lingkungan yang aman dan damai ditengah keberagaman identitas iman dan seksual; mencoba menawarkan pendidikan alternatif dalam intercultural dialogue.

Salah satunya adalah Young Queer Faith and Sexuality Camp (Queer Camp) yang dilaksanakan pertama kali tahun 2012 dan terus dilakukan setiap tahunnya. Queer Camp merupakan platform pendidikan alternatif bagi anak muda usia 18 sampai 28 tahun dari beragam identitas iman dan seksual (termasuk Lesbian, Gay, Biseksual, Trans, Interseks, Queer dan yang lainnya) untuk membangun gerakan anak muda antar identitas. Interaksi antara anak muda dari berbagai latar belakang dan identitas telah menjadi metode untuk menciptakan pemahaman dan pengetahuan; berbagi pengalaman; menanggalkan stereotype dan meniadakan stigma; mendorong munculnya gerakan anak muda dari beragam identitas; serta pelibatan aktif dalam menyuarakan keberagaman iman dan seksualitas sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Sampai dengan tahun 2014, lebih dari 120 anak muda berpartisipasi sebagai peserta, panitia, relawan, fasilitator, expertise, narasumber dan trainer dalam 8 hari pelaksanaan Queer Camp.

Queer Camp dilaksanakan dengan menggunakan metodologi hermeneutical dari Elisabeth Schussler Fiorenza yakni Teori Dance of Liberation and Transformation. Keseluruhan materi yakni Pengembangan Wawasan dan Kesadaran Kritis, Aksi Anak Muda terhadap Keragaman Iman dan Seksualitas, Pengembangan Kemampuan dan Community Live-In diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi, panel, simulasi, outing, malam budaya serta live-in di komunitas-komunitas berbasis iman dan seksualitas yang berbeda. Seluruh rangkaian acara ini didasarkan pada 6 tahapan Dance of Liberation and Transformation yakni Reflection on experience and systematic analysis of oppression; Suspicion and critical analysis; Critical evaluation and proclamation; Historical symbolic conceptual reconstruction; Creative imagination; dan Liberation and transformation.

Dalam tiga kali pelaksanaan Queer Camp yang mengusung tema Membangun Perdamaian Melalui Keberagaman (2012); Dialogkan Tubuhmu, Ciptakan Sejarahmu (2013); dan Lingkar Cinta Ragam Ekspresi (2014), terdapat beragam temuan-temuan menarik terkait ketertarikan anak muda untuk menemukenali diri mereka dalam eksplorasi pengalaman ketubuhan; keingintahuan anak muda untuk mendiskusikan iman dan seksualitas secara berdampingan tanpa kekerasan dan diskriminasi yang dialami karena iman dan seksualitas mereka tidak seperti kebanyakan; negosiasi dengan keberagaman identitas yang ada disekeliling mereka.

Dari pelaksanaan Queer Camp yang didasarkan pada Teori Dance of Liberation and Transformation, YIFoS Indonesia menemukan bahwa eksplorasi pengalaman ketubuhan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran tentang otoritas terhadap diri termasuk mendefinisikan tubuh dan identitas diri yang beragam. Dan hasilnya adalah pemahaman yang tepat terkait keragaman identitas termasuk didalamnya identitas iman dan seksual sebagai bagian dari ekspresi kemanusiaan. Sehingga, setiap orang akan merayakan keragaman identitas iman dan seksual di keluarganya, komunitasnya, di ruang kerjanya, di masyarakat dan negara.

*Baca selengkapnya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s